Imigrationtoday.id, Jember | Kepala Desa Kertonegoro Hj. Siti Munfarida mengapresiasi pagelaran wayang kulit yang digelar oleh Dalang Eddi yang digelar di Pendopo Kantor Desa Kertonegoro Kecamatan Jenggawah Kabupaten Jember, Jumat ( 20/6/2026) malam.
Kegiatan tersebut digelar dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah sekaligus menyongsong Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke – 81.
Dalam sambutannya, Hj.Siti Munfarida menyebut wayang kulit merupakan hiburan rakyat yang sarat makna dan nilai budaya. Ia menegaskan, kesenian ini tidak hanya menjadi milik masyarakat Jawa, tetapi juga bagian dari kekayaan budaya yang dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat.
“Ini merupakan tontonan sekaligus tuntunan yang penuh makna. Tidak hanya untuk masyarakat Jawa, tetapi juga seluruh suku yang ada di Desa Kertonegoro,” kata Kades Kertonegoro
Hj.Siti Munfarida berharap momentum Tahun Baru Islam dan Menyongsong Hari Jadi Republik Indonesia ke – 81 tahun 2026 dapat menjadi semangat baru bagi masyarakat untuk terus mendukung pembangunan di desanya.
“Mudah-mudahan di tahun yang baru ini masyarakat Desa Kertonegoro semakin sejahtera dan pembangunan Desa Kertonegoro semakin maju,” ujarnya.
Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Desa Kertonegoro dalam mendukung pelestarian seni dan budaya daerah, termasuk kesenian wayang kulit.
“Kegiatan wayang kulit seperti ini harus terus dilestarikan. Pemerintah Desa Kertonegoro siap mendukung dan membantu menyediakan wadah bagi para pelaku seni untuk menjaga kelestarian budaya ini,” tegasnya.
“Pada kesempatan tersebut, Hj. Siti Munfarida juga memberikan santunan kepada anak yatim-piatu, Sebagai bentuk Meningkatkan Kepedulian Sosial dengan Menumbuhkan nilai-nilai empati dan mempererat tali persaudaraan antar sesama umat.” Ungkapnya
Sementara itu, Ki Dalang Eddy Siswanto menyampaikan, pagelaran wayang kulit tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat.
“Alhamdulillah, antusias masyarakat terhadap hiburan seni budaya ini sangat tinggi,” ujarnya.
Ia berharap Pemerintah Desa Kertonegoro dapat terus memberikan perhatian dan dukungan kepada para penggiat seni agar budaya tradisional tetap lestari di tengah perkembangan zaman.
Ki Dalang Eddy Siswanto menambahkan, kegiatan tersebut bertujuan memperkenalkan sekaligus melestarikan budaya Jawa kepada masyarakat luas.
“Rangkaian kegiatan dimulai sejak pukul 20.00 wib hingga selesai menjelang subuh. Dalam pagelaran ini kami menghadirkan dua dalang yang tampil secara bergantian,” pungkasnya.
Laporan : Benthar












