
Imigrationtoday.id, Denpasar – Bali | Dalam rangka meningkatkan keselamatan dan efektivitas pelayaran di wilayah perairan Pelabuhan Benoa, telah dilaksanakan Rapat Koordinasi Sinkronisasi Alur Pelayaran Pelabuhan Benoa pada hari Selasa, 11/11/2025, pukul 09.00 WITA bertempat di Kantor Navigasi Pelabuhan Benoa.
Rapat tersebut bertujuan untuk melakukan penetapan alur pelayaran masuk, sistem rute, serta tata cara berlalu lintas kapal di Pelabuhan Benoa agar lebih teratur, aman, dan sesuai dengan ketentuan nasional maupun internasional.
Kegiatan dihadiri oleh berbagai instansi terkait, di antaranya:
Dir Polair diwakili oleh Kasubdit Patroli AKBP M. Didik Wiratmoko, S.H., M.M., Danlanal Denpasar diwakili oleh Mayor TNI Laut Kuntri Prehanto,Kapolsek Benoa Kompol Ni Wayan Adnyani Prabawati, S.I.K, Direktur Kenavigasian, Perwakilan Dirjen Perhubungan Laut, Kepala Distrik Navigasi Tipe A dari Tarakan, Belawan, Marauke, Samarinda, dan Benoa, Kepala Basarnas Benoa, Perwakilan KSOP Benoa serta undangan lainnya dengan total peserta sekitar 50 orang.
Rapat yang diawali dengan sambutan oleh Kepala Distrik Navigasi Benoa yang menekankan pentingnya forum sinkronisasi sebagai upaya mewujudkan alur pelayaran yang aman dan efisien guna menekan potensi kecelakaan di perairan. Beliau menegaskan bahwa sinergi antar pemangku kepentingan sangat dibutuhkan untuk menjaga keselamatan pelayaran dan keamanan maritim.
Selanjutnya, Kasie Telekomunikasi Pelayaran Disnav Benoa selaku moderator menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan survei dan pembaruan peta laut terbaru untuk jalur masuk Pelabuhan Benoa, serta menindaklanjuti hasil survei dalam bentuk penetapan alur pelayaran resmi.
Dalam rapat tersebut, sejumlah narasumber turut memberikan paparan penting, di antaranya,
Bapak Wisnu Permadi (Korwil Pengamat Laut) memaparkan rencana sinkronisasi alur pelayaran, sistem rute, tata cara berlalu lintas kapal, serta pengembangan pelabuhan dan penetapan zona labuh kapal.
Bapak Eka Prasatya menyampaikan Rencana Induk Pelabuhan Nasional (RIPN), yang menegaskan posisi strategis Benoa dalam mendukung sektor transportasi laut dan pariwisata melalui pembangunan BMTH (Benoa Maritime Tourism Hub) sebagai pusat kunjungan kapal pesiar internasional.
Bapak Tedy dari Kementerian Kelautan menjelaskan landasan yuridis penataan ruang laut, konsep ekonomi biru, serta perencanaan ruang laut yang terintegrasi dengan pola ruang perairan Pelabuhan Benoa.
Usai paparan para narasumber, acara dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif, membahas berbagai masukan teknis dari para peserta
Menurut Penjelasan Kapolsek Benoa Kompol Ni Wayan Adnyani Prabawati, S.Ik, ” Melalui kegiatan ini, diharapkan akan terwujud sinkronisasi lintas instansi dalam pengelolaan dan pengaturan alur pelayaran di Pelabuhan Benoa, guna mendukung keselamatan, kelancaran, dan pertumbuhan ekonomi maritim nasional,” Ungkapnya.
Laporan : Benthar







